Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan butuh waktu 10 hari untuk mengurus kepulangan jenazah pemain asing asal Kamerun itu hingga tuntas.
Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim
khusus untuk mengurusi proses pemulangan jenazah pemain asing asal
Kamerun, Salomon Begondo. Namun begitu, Joko tidak menyebutkan secara
detail siapa saja yang masuk ke dalam tim khusus tersebut.
"Itu melekat saja, yang biasanya mengurus soal pemain di PT Liga (Indonesia) kan ada Pak Tigor (Shalom boboy) dan Johnny Tukan. Pasti nanti juga akan melibatkan klub yang bersangkutan," ujar Joko.
"Itu melekat saja, yang biasanya mengurus soal pemain di PT Liga (Indonesia) kan ada Pak Tigor (Shalom boboy) dan Johnny Tukan. Pasti nanti juga akan melibatkan klub yang bersangkutan," ujar Joko.
Hanya, hingga saat ini PSSI sendiri masih cukup kesulitan untuk berkomunikasi dengan pihak Persipro Probolinggo klub yang dibela Begondo pada musim lalu di kompetisi Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Imbasnya, untuk saat ini PSSI baru bisa berkoordinasi dengan teman-teman dekat dari Begondo. "Kemudian kami juga berkomunikasi dengan Francis Yonga salah satu agen pemain asal Kamerun untuk membantu proses pemulangan jenazah Begondo, serta dari Pengprov PSSI Jawa Timur juga mencoba untuk menghubungi pihak Persipro," ucap Joko.
"Yang jelas, fokus PSSI satu yang bersangkutan terurus kepulangannya dan ini kami lakukan semaksimal mungkin. Saya dapat konfirmasi butuh waktu 10 hari untuk kepulangan yang bersangkutan hingga tuntas," Joko menjelaskan.
Seperti diketahui, Begondo meninggal pada Jumat (29/11) lalu. Ironisnya, hingga ajal menjemput Begondo masih belum menerima haknya yang ditunggak Persipro. Tunggakan Persipro kepada Begondo mencapai Rp120 juta. Hingga saat ini, jenazah Begondo masih berada di RSUD Tangerang.Sumber : goal.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar